Rabu, 09 April 2014

RANGKUMAN PANCASILA


Rangkuman pancasila
BAB II
Pancasila sebagai sistem filsafat

A.      Pengertian filsafat
Secara etimologi, filsafat adalah istilah atau kata yang berasal dari bahasa yunani philosophia. Kata itu terdiri dari dua kata yaitu philo, philos,philein, yang mempunyai arti cinta/ pecinta/ mencintai dan sophia yang berarti kebijakan, kearifan,hikmah, hakikat kebenaran , jadi secara harafiah istilah filsafat adalah cinta pada kebijaksanaan atau kebenaran yang hakiki.

Berfilasafat berarti berfikir sedalam-dalamnya terdapat suatu secara metodik, sistematik, menyeluruh dan universal untuk mencari hakikat sesuatu. Dengan kata lain, filsafat adalah ilmu yang paling umum yang mengandung usaha mencari kebijaksanaan dan cinta akan kebijakan

Ada tiga hal yang mendorong manusia untuk berfilsafat :
1.       Kebenaran sebagai flsuf berpedapat bahwa adanya kata heran merupakan asal dari filasafat. Rasa heran itu akan mendorong untuk menyelidiki
2.       Kesangsian. Merupakan sumber utama bagi pemikiran manusia yang akan menuntun pada kesadaran. Sikap ini sangat berguna untuk menemukan titik pangkal yang kemudian tidak di sangsikan lagi.
3.       Kesadarna akan keterbatasan, manusia mulain berfilasafat jika ia menyadari bahwa dirinya sangat kecil dan lemah terutama bila di bandingkan dengan alam sekelilingnya. Kemudian muncul kesadaran akan keterbatasan bahwa di luar yang terbatas pasti ada sesuatu yang tidak terbatasn


Pada umumnya teradapat dua pengertian filsafat yaitu filasafat dalam arti proses dan filsafat dalam arti produk. Selain itu, ada pengertian lain, yaitu filsafat sebagai ilmu dan filsafat sebagai pandangan hidup. Di sampin itu, di kenal pula filsafat dalam arti teoristis dan filsafat dalam arti praktis.
1.       Obyek filsafat
Filsafat merupakan kegiatan pemikiran yang tinggi dan murni (tidak terikat langsung dengan satu obyrk ) yang mendalam daya pikir subyek manusia dalam memahami sesuatu untuk mendari kebenaran. Berpikir aktfi dalam mecari kebenaran adalah potensi dan fungsi kepribadian manusia. Ajarna filasafat hasil dari pemikiran yang sedalam-dalamnya tentang kesemestaan, secara mendasar. Filsafat sebagai hasil pandangan hidup maupun sebagai ideologi yang di anut suatu masyarakat atau bangsa dan negara. Filsafat demikian telah berkembanga menajadi suatu ata nilai yang melembaga sebagai suatu paham seperti kapatalisme, komnisme, dan sebagai yang mencukup mengpengaruhui kehidupan bangsa dan negara moderen

Filsafat sebagai kegiatan oleh pikir manusia menyelidiki objek yang tidak terbatas yang di tinjau dari sudut isi atau substasinya dapat di bedakan menajdi :
A.      Objek material filsafat
B.      Objek formal filsafat

2.       Aliran –aliran filsafat
-          Aliran meteriallisme
-          Aliran idelasime
-          Aliran realisme





B.      Panacasila sebagia sistem filsafat
1.       Pancasila sebagai jati diri bangsa indonesia
Keududkan dan fungsi pancasila harus dipahami sesuai dengan koteksnya, misalnya pancailsa sebagai padnagan hidup bangsa indonesia, sebgai dasar negara. Sebgai ideologi bangsa dan negar indonesia, seluruh kedudukan dan fungsi pancasila itu bukanlah berdiri secarfa sndiri-sendiri namum bila mana di kelompokan maka akan kembali menajdi dua kedudukan dan fungsi pancasila itu sebagai dasar filsafat

Nilai-nilai itu adalah buah hasil pikiran-pikiran dan gagasan-gagasan dasa bangsa indonesia tentang kehidupan yang dianggap baik. Mereka menciptakan tata nilaiyang mendukung tata kehidupan sosial dan tata kerohanian bangsa yang memberi corak, watak dan ciri masyarakatdan bangsa indonesia yang membedakan dengan masyarakat dan bangsa lainnya. Kenyataan yang demikian itu merupakan suatu kenyataan objektif yang merupakan jatidiri bangsa indonesia.

Jadi niali-nilai pancasila diungkapnkan dan dirumuskandari sumber niali utama:
A.      Nilai-nilai yang bersifat fundamental
B.      Nilai yang bersifat kolektif naisonal

2.       Rumusan kesatuan sila-sila pancasila sebgai suatu sistem
A.      Suatu kesatuan bagian-bagian
B.      Bagian tersebut mempunya fungsi sendiri-sendiri
C.      Saling berhubungan dan saling ketergantungan
D.      Kesemuanya dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan bersama
E.       Terjadi pada lingkungan yang kompleks

3.       Susunan kesatuan sila-sila pancasila yang bersifat organis
Isi sila-sila pancasila pada hakikatnya merupakan suatu kesatuan peradaban, dalam arti setiap sila merupakan unsur dari kesatuan pancasila. Oleh karena itu, pancasila merupakan satu kesatuan yhang majemuk tunggal, dengan akibat setiap sila tidak terdapat berdiri sendiri terlepas dari sila-sila lainya lainnya.

C.      Kesatuan sila-sila pancasila sebgai suatu sistem filsafat
Apabila kita berbicara tentang filsafat, ada dua hal yang patut di perhatikan,yaitu filsafat sebgai metode dan filsafat sebgai suatu padangan , keduanya sangat berguna untuk memahami pancasila. Di sisilain, kesatuan sila-sila pancasila pada hakikatnya bukanlah hanya merupakan kesatuan sila-sila pancasila pada hakikatnya bukanlah hanya merupakan kesatuan yang besifat formal logis saja namum juga meliputi kesatuan dari ontologis, dasar epistemologi dan dasar aksiologi dari sila-sila pancasila .

Filasafat pancasila akan mengungkapankan konsep-konsep kebenaran  yang bukan saja di tunjukan pada bangsa indonesia, melainkan bagi manusia pada umumnya.
1.       Aspek ontologis
2.       Aspek epistemologi
3.       Aspke asksiologi

D.      Nilai nilai pancasila menjadi dasar dan arah kesimbangan antara hak dan kewajiban
Pandanga mengenai hubungan antara manusia dan masyarakat merupakan filsafah kehidupan masyarakat yang memberi corak dan warna bagi kehidupan masyarakat, pancasila memandang bahwa kebahagiaan manusia akan tercapai jika di tumbuh kembanganya hubungan yang serasi antara manusia dengan masyarakat serta hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa

Nilai-nilai dari sila-sila :
1.       Hubangan vertikal
2.       Hubungan horizontal
3.       Hubungan alamiah