Kamis, 31 Oktober 2013
TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN SEMUR SERAPAN KOMUNAL
6. Sumur resapan komunal Tjandramukti
Sering kali kita melupakan keberadaan air tanah kita, dengan temuan orang Indonesia ini, permasalahan tersebut sedikit banyak dapat terselesaikan. Sumur- sumur dari bambu yang ditanam secara komunal ini adalah rekayasa dari Tjandramukti, peneliti dari Purwodadi (Jawa Tengah). Sumur- sumur ini ditempatkan dalam jumlah yang cukup saling berdekatan/ berkelompok di lahan pertanian (tadah hujan). Gunanya agar air hujan (hujan awal) tidak mengalir ke selokan- selokan, tapi mengalir terlebih dahulu masuk ke sumur, dan meresap ke sekeliling sumur, menekan jebakan udara di permukaan tanah kering yang menyebabkan air hujan sulit masuk ke dalam tanah. Setelah jebakan udara hilang, air hujan selanjutnya akan leluasa meresap ke dalam tanah, tertampung menjadi air tanah hingga musim kemarau dan mencegah banjir bandang yang justru sering terjadi di awal musim hujan.
TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN SEBUAH AC LONIZER MEDIA
4. Sebuah AC Ionizer MIDEA dilengkapi teknologi pintar dalam hal hemat energi, 1 Watt Standby. Teknologi On–Off pintar MIDEA memungkinkan AC MIDEA otomatis beralih pada energy- saving mode dalam kondisi standby hingga memangkas konsumsi energi pada umumnya 4 – 5Watt menjadi 1 Watt. Hemat energi 80% tiap harinya dengan AC MIDEA yang bersertifikasi Environmentalism resmi dari Honeywell dan European RoHS.5.
TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN GREEN NETWORK
3. Green Network. Sebuah teknologi IT yang saat ini dikembangkan untuk memenuhi kaidah ramah lingkungan. Jaringan ini dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria penggunan sumber daya yang seminimal mungkin (low power consumption, low resources dan low cost) namun tetap memiliki kinerja yang dan utilisasi yang optimal untuk memenuhi kebutuhan dari user.4.
TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN HIBRIDA
2. Teknologi hibrida. Sebuah produsen mobil Toyota yang menahbiskan diri sebagai produsen Mobil Keluarga ideal terbaik Indonesia kemudian memunculkan teknologi hibrida bertujuan untuk mengendalikan laju penggunaan bahan bakar minyak yang menghasilkan gas CO2. Teknologi hibrida membantu mengurangi konsumsi bahan bakar, dan sekaligus menjadikan perusahaan pembuat mobil dapat memenuhi ambang batas emisi karbon-dioksida (Co2) yang dipersyaratkan. Dan teknologi tersebut dapat diterapkan di seluruh penjuru dunia. Sebut saja nama-nama produsen mobil seperti; General Motor, BWM dan Daymler-Crisler , VW, Porche, Ford Toyota, Nissan, Mitshubishi dan Honda sudah memproduksi mobil berteknologi hibrida ini.
TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN KOMPOR TENAGA SURYA
1. Munculnya teknologi kompor tenaga surya, yaitu sebuah kompor yang dirancang dengan energi matahari sebagai sumber utamanya, sebagai sumber energi untuk memasak sehari-hari disaat harga minyak tanah, gas dan kayu yang terus naik.
TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN DALAM PEMBANGUNAN
TEKNOLOGI RAMAH
LINGKUNGAN DALAM PEMBANGUNAN
PendahuluanPembangunan bertujuan untuk menaikkan tingkat hidup dan kesejahteraan rakyat dan mutu hidup rakyat. Banyak penelitian menunjukkan, banyak jenis kebutuhan dasar untuk banyak anggota masyarakat kita masih belum terpenuhi dengan baik, misal pangan, air bersih, pendidikan, pekerjaan, dan rumah masih belum dapat tersedia dengan cukup, walaupun sudah banyak perbaikkan sejak pembangunan dilancarkan lebih dari 30 tahun yang lalu. Dengan masih belum terpenuhinya kebutuhan dasar itu, mutu lingkungan hidup banyak rakyat masih belum baik. Karena itu pembangunan masih harus diteruskan.
Dalam usaha memperbaiki mutu hidup, harus dijaga agar kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan pada tingkat tinggi tidak menjadi rusak. Sebab jika terjadi kerusakan dapat terjadi kepunahan kehidupan kita sendiri atau paling tidak ekosistem tempat kita hidup mengalami keambrukan yang akan mengakibatkan banyak kesulitan. Maka dari itulah dibutuhkannya pembanganunan yang bersifat ramah lingkungan.
Contoh-contoh Teknologi Ramah Lingkungan Dalam Pembangunan
1. Munculnya teknologi kompor tenaga surya, yaitu sebuah kompor yang dirancang dengan energi matahari sebagai sumber utamanya, sebagai sumber energi untuk memasak sehari-hari disaat harga minyak tanah, gas dan kayu yang terus naik.
2. Teknologi hibrida. Sebuah produsen mobil Toyota yang menahbiskan diri sebagai produsen Mobil Keluarga ideal terbaik Indonesia kemudian memunculkan teknologi hibrida bertujuan untuk mengendalikan laju penggunaan bahan bakar minyak yang menghasilkan gas CO2. Teknologi hibrida membantu mengurangi konsumsi bahan bakar, dan sekaligus menjadikan perusahaan pembuat mobil dapat memenuhi ambang batas emisi karbon-dioksida (Co2) yang dipersyaratkan. Dan teknologi tersebut dapat diterapkan di seluruh penjuru dunia. Sebut saja nama-nama produsen mobil seperti; General Motor, BWM dan Daymler-Crisler , VW, Porche, Ford Toyota, Nissan, Mitshubishi dan Honda sudah memproduksi mobil berteknologi hibrida ini.
3. Green Network. Sebuah teknologi IT yang saat ini dikembangkan untuk memenuhi kaidah ramah lingkungan. Jaringan ini dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria penggunan sumber daya yang seminimal mungkin (low power consumption, low resources dan low cost) namun tetap memiliki kinerja yang dan utilisasi yang optimal untuk memenuhi kebutuhan dari user.4.
4. Sebuah AC Ionizer MIDEA dilengkapi teknologi pintar dalam hal hemat energi, 1 Watt Standby. Teknologi On–Off pintar MIDEA memungkinkan AC MIDEA otomatis beralih pada energy- saving mode dalam kondisi standby hingga memangkas konsumsi energi pada umumnya 4 – 5Watt menjadi 1 Watt. Hemat energi 80% tiap harinya dengan AC MIDEA yang bersertifikasi Environmentalism resmi dari Honeywell dan European RoHS.5.
5. Penerapan Teknologi Ramah Lingkungan pada Industri Baterai Kering. Panduan ini merupakan referensi dan arahan bagi industri baterai kering dalam aplikasi teknologi ramah lingkungan, guna meminimalkan dampak lingkungan dari kegiatannya, melalui pemilihan dan modifikasi proses dan peralatan disertai dengan pengingkatan effisiensi penggunaan bahan dan energi.
6. Sumur resapan komunal Tjandramukti
Sering kali kita melupakan keberadaan air tanah kita, dengan temuan orang Indonesia ini, permasalahan tersebut sedikit banyak dapat terselesaikan. Sumur- sumur dari bambu yang ditanam secara komunal ini adalah rekayasa dari Tjandramukti, peneliti dari Purwodadi (Jawa Tengah). Sumur- sumur ini ditempatkan dalam jumlah yang cukup saling berdekatan/ berkelompok di lahan pertanian (tadah hujan). Gunanya agar air hujan (hujan awal) tidak mengalir ke selokan- selokan, tapi mengalir terlebih dahulu masuk ke sumur, dan meresap ke sekeliling sumur, menekan jebakan udara di permukaan tanah kering yang menyebabkan air hujan sulit masuk ke dalam tanah. Setelah jebakan udara hilang, air hujan selanjutnya akan leluasa meresap ke dalam tanah, tertampung menjadi air tanah hingga musim kemarau dan mencegah banjir bandang yang justru sering terjadi di awal musim hujan.
7. Plastik Tapioka Ramah Lingkungan
Ecoplas atau biobag merupakan tas ramah lingkungan yang terbuat dari kombinasi tepung singkong (tapioka) dan polimer sintetik. Bila kantong plastik lainnya baru bisa terurai setelah 100 hingga 500 tahun yang akan datang, ecoplas telah diteliti bisa terurai oleh tanah dalam kurun waktu 6 bulan sampai 5 tahun (tergantung dengan kandungan mikroorganisme yang ada pada tanah). Semakin subur tanah tersebut, maka dalam waktu enam bulan ecoplas sudah bisa hancur.
Kandungan tepung singkong yang ada dalam ecoplas mendorong mikroorganisme tanah untuk mengurai sampah plastik tersebut sampai hancur, sehingga tidak menimbulkan pencemaran bagi tanah, air, laut, maupun udara seperti halnya yang disebabkan oleh kantong plastik biasanya. Keunggulan yang ditawarkan kantong plastik tapioka ini ternyata berhasil menyedot perhatian konsumen di berbagai daerah, jadi tidaklah heran bila sejak tahun 2009 silam pemasaran produk ecoplas kini telah menjangkau pasar lokal dan internasional. Misalnya saja di kota-kota besar yang ada di Indonesia seperti Bali, Jakarta, Surabaya dan Bandung. Sedangkan untuk pasar luar negeri, sekarang ini produk ecoplas mulai merambah negara tetangga meliputi Singapura dan Amerika.
Meskipun harganya terbilang cukup mahal jika dibandingkan dengan kantong plastik biasanya yang ada di pasaran. Namun melihat dampak lingkungan yang diberikan oleh ecoplas membuat para konsumen tidak perlu berpikir dua kali untuk beralih ke plastik ramah lingkungan tersebut. Dengan memanfaatkan singkong (tapioka) sebagai bahan utamanya, kini produsen ecoplas tidak hanya ikut menjaga lingkungan dunia namun juga memberikan peluang bagi para petani singkong untuk mendapatkan penghasilan yang lebih layak. Pemanfaatkan singkong dalam jumlah yang cukup besar, mendorong PT. Tirta Marta untuk menjalin kerjasama dengan para petani singkong di berbagai daerah. Maju terus UKM Indonesia dan tetap hijaukan bumi tercinta. Salam sukses.
Manfaat dan resiko lingkungan dalam pembangunan
Pembangunan tidak saja menghasilkan manfaat, melainkan juga membawa resiko. Kita dapat melihatnya di sekitar kita, sungai kita bendung. Dengan bendungan itu kita dapatkan manfaat listrik, bertambahnya air pengairan dan terkendalinya banjir. Resikonya ialah tergenangnya kampung dari sawah, tergusurnya penduduk, dan kepunahan jenis tumbuhan dan hewan. Memberikan contoh manfaat dan resiko lingkungan bendungan dan waduk yang terbentuk oleh bendungan itu.
Pembangunan berkelanjutan merupakan suatu konsep pembangunan yang menekankan aspek lingkungan dalam pertimbangannya. Jika dipandang dari segi ekologis, pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memenuhi tiga kriteria, yakni pertumbuhan, pemerataan, dan berlangsung dengan lestari. Sementara itu, syarat lestari diukur dari dua aspek, yakni tidak adanya kerusakan sosial dan tidak adanya kerusakan alam. Terdapat dua kunci konsep utama dari definisi tersebut, yaitu: (1) konsep tentang kebutuhan atau 'needs' yang sangat esensial untuk penduduk dan perlu diprioritaskan serta (2) konsep tentang keterbatasan atau 'limitations' dari kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan generasi sekarang dan yang akan datang. Untuk itu, diperlukan pengaturan agar lingkungan tetap mampu mendukung kegiatan pembangunan dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia.
Pembangunan berkelanjutan secara implisit juga mengandung arti untuk memaksimalkan keuntungan pembangunan dengan tetap menjaga kualitas sumberdaya alam. Konsep pembangunan berkelanjutan menyadari bahwa sumberdaya alam merupakan bagian dari ekosistem. Dengan memelihara fungsi ekosistem, maka keberlanjutan sumberdaya alam akan tetap terjaga.
Secara ekologis, manusia adalah bagian dari lingkungan hidup. Komponen yang ada di sekitar manusia yang sekaligus sebagai sumber mutlak kehidupannya merupakan lingkungan hidup manusia. Lingkungan hidup inilah yang menyediakan berbagai sumberdaya alam yang menjadi daya dukung bagi kehidupan manusia dan komponen lainnya. Sumberdaya alam adalah segala sesuatu yang terdapat di alam yang berguna bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, baik untuk masa kini maupun masa mendatang. Kelangsungan hidup manusia bergantung pada keutuhan lingkungannya, sebaliknya keutuhan lingkungan bergantung pada bagaimana kearifan manusia dalam mengelolanya.
Hal-hal tersebut di atas menuntut seluruh manusia untuk bersikap menjadi pelaku aktif dalam mengelola lingkungan serta melestarikannya, tidak berbuat kerusakan terhadap lingkungan, dan selalu membiasakan diri bersikap ramah terhadap lingkungan. Setiap orang memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk berpaling ke gaya hidup 'hijau' yang ramah lingkungan.
Langganan:
Postingan (Atom)